4/19/11

Tanya Jawab Seputar Pengantar Ilmu Hukum Part 4


91.
Tanya :
jelaskan perihal sikap tindak manusia bila di pandang dari sudut bidangnya!

Jawab :
a.         Sikap tindak etik, yaitu sikap tndak yang seyogianya di lakukan menurut aturan-aturan tertentu, dan dapat di bagi lagi atas
1.   Sikap tindak hukum, yaitu sikap tindak yang seyogianya dilakukan menurut norma-norma hukum yang berlaku, dan sikap tindak hukum dapat di bagi lagi
a)             Sikap tindak timbal bali, misalkan jual beli, imana harus ada dua pihak yang masing-masing harus bersikap tindak terhadap orang lain.
b)             Sikap tindak sepihak, dimana  yang harus bersikap dan bertindak hanyalah salah satu pihak saja terhadap pihak lain, misalkan, dalam suatu pewarisan di mana yang bertindak memberikan harta warisan hanya si pewaris saja.
2.   Sikap tindak non hukum, yaitu sikap tindak yang seyogianya di lakukan menurut norma-norma nonhukumn pula
Misalkan: kita harus selau menjauhkan diri dari pergaulan-pergaulan yang tidak baik(menurut norma kesusilaan).
b.         Sikap tindak nonetik, yaitu sikap tindak yang boleh dilakukan secara bebas tanpa perlu atau di batasi oleh norma-norma tertentu, asalkan dilakukan secara layak dan wajar.
Misalkan: jalan-jalan, nonton ke bioskop,dll

92.
Tanya :
coba jelaska perihal-perihal sikap tindak manusian bila di pandang dari sudut pelaksanaan peranannya!

Jawab :
a.         Sikap inda yng menggunakan hak
b.         Sikap tindak yang melaksanakan kewajiban
c.         Sikap tindak yang menjalankan kekuasaan
d.        Sikap tindak lainnya (zaakwarneming)
93.
Tanya :
apaka tanggung jawab itu?

Jawab :
tanggung jawab ialah suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanan pernan, baik peranan itu merupakan hak maupun kewajiban ataupun kekuasaan.
94.
Tanya :
coba jelaskan konsepsi tentang tanggung jawab menurut ajaran Roscoe Pound!

Jawab :
dalam bukunya An Introductin to the Philosophy of Law pada dasarnya mengajarkan tanggung jawab bersumber dari
a.          Perjanjian, di mana para pihak yang mengadakan perjanjian tersebut masing-masing dituntut untuk bertanggung jawab atas pemenuhan atau penataan isi perjanjian yang mereka buat sendiri itu.
b.          Perbuatan melanggar atau melawan hukum.
95.
Tanya :
coba jelaskan konsepsi tentang tanggung jawab menurut Purnadi Purbacaraka dan A. Ridwan Halim!

Jawab :
Purnadi Purbacaraka dan Halim dala buku Filsafat Hukum Pidana Dalam Tanya Jawab dan juga buku Filsafat Hukum Perdata Dalam Tanya Jawab berpendapat sebagai berikut.
a.          Tanggung jawab bersumber atas penggunaan fasilitas dalam penerapan kemampuan tiap orang untuk menggunakan hak dan melaksanakan kewajibannya.
b.          Setiap pelaksanaan kewajiban dan setiap penggunaan hak, baik yang dilakukan secara tidak memadai maupun yang di lakukan secara memadai, pada dasarnya harus tetap disertai dengan pertanggung jawababan. Demikian pula tentunya dengan pelakwsanaan kekuasaan.
96.
Tanya :
apa makna dari perlindungan hukum bagi mereka yang bertanggung jawab secara memadai?

Jawab :
maknanya ialah :
a.          Sebagai imbalan yang lagsung kepada mereka yang bertanggung jawab secara memadai,
b.          Sebagai contoh dari bukti bagi masyarakat akan adanya kepastian hukum dan kewibawaan hukum bahwa hukum harus ditaati dan yang mentaatinya akan mendapatkan faedahnya.
97.
Tanya :
apa makna dari penindakan hukum terhadap mereka yang tidak bertanggung jawab atau bertanggung jawab secara tidak memadai?

Jawab :
maknanya ialah
a.         Sebagai  ganjaran yang langsung terhadap mereka yang tidak bertanggung jawab.
b.         Sebagai bukti contoh bagi masyarakat akan adanya kepastian hukum dan kewibawaan hukum bahwa hukum harus di taati dan yang tidak menaatinya akan terkena sendiri sanksinya.
98.
Tanya :
apa maksudnya bahawa hukum hmembatasi kewajiban samapai batas maksimal yang wajar

Jawab :
a.         Sebagai kesetaraan hukum, di samping kepastian hukum dalam mencapai keadilan .
b.         Sebagai jaminan bagi setiap orang bahwa ia memang diwajibkan oleh hukum untuk bertanggung jawab, tetapi di samping itu ia pun tidak akan dibebani tanggung jawab yang melebihi batas kemampunnya.
99.
Tanya :
apakah yang dimaksud dengan keadilan?

Jawab :
pandangan para ahli hukum (Purnadi Purbacaraka) yang pada dasarnya merumuskan bahwa keadilan itu adalah keserasian antara kepastian hukum dan kesebandingan hukum.*)
100.
Tanya :
buktikan dengan contoh, bahwa kedailian adalah keserasian antara penggunaan hak dan pelaksanaan kewajiban

Jawab :
adanya kenytaan berdasarkan dalil “Takaran Hak adalah Kewajiban”, yang secara jelas berari sebagai berikut ini.
a.          Hak seseorang itu besar kecilnya bergantung pada atau selaras dengan besar kecilnnya kewajibannya, sehingga dengan demikian berarti pla seperti di bawah ini.
b.          Dalam keadaan yang wajar, tidaklah benar kalau seseorang dapat memperoleh haknya secara tidak selaras dengan kewajibannya.
c.          Tidak seorang pun dapat memperoleh haknya tanpa ia melaksanakan kewajibannnya, baik sebelum maupun sesudahnya.
Contoh: upah seorang pegawai disesuaikan dengan berat ringannya pekerjaannya.
101.
Tanya :
maksud dari keadilan adalah keserasian antara kepastian hukum dan kesebandingan hukum

Jawab :
           Jawab : adanya kenyataan bahwa keadilan baru dapat dicapai melalui keserasian antara kepastian hukum dan kesebandingan hukum, yang berarti seperti berikut ini.
a.          Dengan kepastian hukum saja , keadilan itu pun tidak mungkin akan terlaksana.
b.          Dengan kesebandingan hukum saja , maka tentu saja keadilan itu menjadi lebih tidak mungkin lagi untuk di capai.
c.          Karena kedua hal di atas, jelaslah dalam segala bidang penerapan hukum, kepastian hukum dan kesebandingan hukum itu harus ada secara bersamaan dan membentuk suatu integralitas yang serasi.
102.
Tanya :
apakah yang di maksud dengan hukum kodrat?

Jawab :
hukum kodrat  pada dasarnya ialah hukum yang
a.            Berlaku mutlak, universal, dan kekal, berlaku bagi segala bangsa dan masa;
b.            Bersifat kodrat, dalam arti merupakan anugerah Tuhan bagi ciptaan-nya sehingga dapat ada di mana-mana, tanpa tergantung pada pandangan manusia;
c.            Hanya dapat diterima oleh manusia tanpa dapat dirubah, apalagi dihapus.
103.
Tanya :
apakah istilah lain bagi hukum kodrat?

Jawab :
terminologi bagi hukum kodrat ialah hukum alam.
104.
Tanya :
sehubungan dengan pengajaran tentang  hukum kodrat  ini, adakah pihak lain di samping kaum Sophisten yang juga menyangkal adanya  hukum kodrat sebagai hukum yang berlakumutlak bagi segala bangsa dan masa?

Jawab :
Ada, yakni Gustav Hugo, yang juga menyangkal adanya hukum kodrat.
105.
Tanya :
Apa sajakah intisari hokum-hukum botani?

Jawab :
Hukum-hukum botani berintisaripada segala hal dasar yang berkenaan dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan, yang terdri atas berikut ini
a.             Hukum penggolongan macam-macam tumbuh-tumbuhan, mulai dari dasar keberadaan dan tanda-tandanya, sampai dengan berbagai macam kelas/ golongan (phylum),family dan ordo-ordonya.
b.            Hukum anatominya.
c.             Hukum pembiakan dan hukum genetiknya.
d.            Hukum kestimewaan.
e.             Hukum kehabitatan dan keistimewaannya.
106.
Tanya :
Apa sajakah intisari hukum-hukum zoology?

Jawab :
Hukum-hukum zoologi berintisari pada  segala hal dasar yang berkenaan dengan kehidupan hewan, yang terdiri atas berikut ini.
a.            Hukum-hukum penggolongan macam­-macam hewan mulai dari berbagai macam kelas/ golongan (phylum), famili, dan ordo-ordonya.
b.            Hukum anatominya
c.            Hukum pembiakan dan hukum genetiknya.
d.           Hukum keistimewaannya.
e.            Hukum kehabitatan dan ekosistemnya, dan sebagainya.
107.
Tanya :
Bagaimanakah hukm penggolongan hewan yang menjadi dasar zoologi?

Jawab :
klasivikasi hewan yang menjadi dasar zoologi membagi hewan atas dua kelas (phylum), yakni sebagai berikut.
a.            Vertebrata sebagai bangsa hewan tingkat tinggi.
b.            Avertebrata sebagai bangsa hewan tingkat rendah.
108.
Tanya :
Apakah yang dimaksud dengan “sebab kahar”  itu?
109.
Jawab :
“ Sebab kahar” sering juga di sebut dengan istilah “ sebab luar biasa” atau “sebab besar luar biasa”.
110.
Tanya :
: Mungkinkah dalam sebab kahar ini terkandung juga unsur kesalahan manusia sebagai kadar latarbelakangnya? Buktikan dengan bantuan contoh!

Jawab :
 Dalam latarbelakangnya sebab terjadinya kahar itu terkandung juga unsur kesalahan manusia, umpamanya dalam terjadinya, banjir besardan tanah longsor yang dahsyat karena telah terjadinya penebangan hutan secar liar besar-besaran sehingga lahan serapan air (reservoir) dalam luas yang spektakuler telah musnah.
111.
Tanya :
Apakah suatu peristiwa besar dalam negara, seperti pergantian pemerintah secara mendadak yang sempat mengacaukan perekinomian dan ketatanegaraan serta aspek-aspek lainnya, dapat dikatakan sebab kahar bagi warga negara yang bersangkutan?

Jawab :
Tidak bisa, suatu peristiwa yang besar, seperti kudeta di sebuah negara, meski sempat mengacaukan berbagai aspek, seperti aspek-aspek ideologi, politik,ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, serta aspek-aspek lainnya.tidak bisa dikatakan sebagai sebab kahar bagi warga negara dari negara yang bersangkutan.
112.
Tanya :
Ada berapa macam ketidakmampuan manusia dan sampai sejauh manakah ia dapat dituntut untuk mempertanggungjawabkan atas ketidakmanpuannya tersebut?

Jawab :
Menurut sebab-sebabnya, maka ketidakmampuan manusia dapat dibedakan atas hal-hal berikut ini.
a.            Ketidakmampuan manusia karena terjadinya sebab-sebab kahar.
b.            Ketidakmampuan manusia sebab-sebab terjadinya kahar yang lebih ringan dan lebih umum/  lebih sering terjadi, misalkan karena sakit.
c.            Ketidakmampuan manusia karena terjadinya sebab-sebab istemewa, umpamanya karena gila, boros, dan sebagainya.
d.           Ketidakmampuan manusia karena memang bukan bidang keahliannya.
e.            Kedikmampuan manusia karena kealpaan dan kekhilapannya.
f.             Ketidakmampuan manusia karena ketidaktahuannya tentang hal-hal yang baru.
g.            Ketidakmampuan karena berbagai determinitas.
113.
Tanya :
Apakah dan bagaimanakah ketidakmampuan manusia di luar sebab-sebab luar biasa dan sebab- sebab istimewa itu?

Jawab :
adapun ketidakmampuan manusia dari sebab-sebab istimewa itu ialah ketidakmampuan manusia secara alami, yakni pada waktu ia sedang kehilngan kesadarannya
114.
Tanya :
Dapatkah seseorang yang melakukan tindak pidan di luar kesadarnnya akibat sedang mabuk minuman keras atau narkotika dibebaskan dari hukuman?

Jawab :
Tidak dapat di bebaskan karena hal-hal berikut
a.            Ketidaksadarannya iu bukanlah kekurangan/ kelainan jiwa, melainkan terjadi akibat perbuatannya sendiri.
b.            Di sampin itu, bermabuk-mabukan merupakan tindak kriminal.
115.
Tanya :
Apakah yang dimaksud dengan gejala-gejala dari hukum?
116.
Jawab :
Gejala-gejala dari hukum ialah sebuah pertanda yang membuktikan adanya kadar unsur hukum dalam kehidupan masyarakat, mulai dari adanya kedaan-keadaan yang membuktikan diperlukannya suatu hukum tertentu sampai dengan bereksistensinya hukum itu sendiri dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
117.
Tanya :
Apakah nama ilmu yang mengajajarkan persoalan gejala-gejala hukum ini?

Jawab :
Nama ilmu yang mengajarkan soal gejala-gejala hukum ini ialah fenomenologi hukum.
118.
Tanya :
:  Siapakah tokoh yang memashurakann ilmu ini pertama kalinya

Jawab :
Edmund Husserl (1859-1938), berkebangsaan Jerman.
119.
Tanya :
Apa artinya “ legitimasi” itu?

Jawab :
Legitimasi ialah suatu hal atau kenyataan yang membuktikan kebenarn bahwa seseorang itu adalah benar-benardirinya sendiri, bukan orang lain ataupun pihak manapun.
120.
Tanya :
Apa yang dimaksud dangan teori legitimasi itu?

Jawab :
Teori legitimasi itu ialah suatu ajaran yang mengajarkan atau menjabarakan perihalpengertian legitimasi serta segenap seliuk-beluknya, misalkan siapa saja pemiliknya, apa saja dasarnya, dan atas hal apa saja legitimasi itu diperlukan.
121.
Tanya :
Apa manfaat utama dari legitimasi itu?

Jawab :
sebagai bukti tandanya adnya hubungan hukum yang sah antara suatu atau beberapa subjek hukum, dengan sesama subjek hukum lainnya atau dengan satu atau beberapa objek hukum yang di kuasainya.
122.
Tanya :
Dasar-dasar apakah yang sebenarnya secara kokoh bisa tertopang sebagai ilmu pengetahuan yang sangat di perlukan oleh masyarakat di atas teori “ dua bintang” ini?

Jawab :
Teori  “dua bintang” ini sangat  tepat untuk menjdi dasar bagi ilmu pikir teologi atau ilmu pikir ketuhanan atau dengan istilah lain dapat di sinonimkan sebagai “ilmu hukum agama” .
123.
Tanya :
Apakah setiap ilmu hukum agama mempunyai ilmu-ilmu hukum seperti itu?

Jawab :
Ya, setiap agama mempunyai ilmu tentang hukum-hukumnya
124.
Tanya :
Apakah  ukuran-ukuran yang berasal dari teori  “dua bintang” ini benar-benar telah memiliki validitas yang universal untuk diberlakukan dalam segala masyarakat di segala bangsa?

Jawab :
Ya, validitas teori “dua bintang” itu sudah universal untuk diberlakukan di mana saja.  
125.
Tanya :
Bagaimana pendapat Hans Kelsen tentang ilmu hukum?

Jawab :
Hans Kelsen berpendapat bahwa ilmu hukum hanyalah ilmu (tentang) kaidah hukum saja.
126.
Tanya :
Pendapat siapakah yang benar atau lebih benar di antara Van Apeldoorn dan Hans Kelsen tentang ilmu hukum?

Jawab :
Pendapat kedua-duanya tidak ada yang tepat. Karena ilmu hukum tidak hanya meliputi ilmu kenyataan hukum saja (pendapat Van Apeldoorn) atau hanya meliputi ilmu kaidah saja (pendapat Hans Kelsen) melainkan ilmu hukum meliputi kedua-duanya dan bahkan di sampng itu, meliputi juga ilmu pengertian hukum.
127.
Tanya :
Apakah sejarah hukum itu?

Jawab :
Sejarah hukum ialah salah satu bagian dari ilmu kenyataan hukum yang mengajarkan tentang sejarah atau riwayat dan asal mula hukum serta perkembangannya sampai saat ini.




Sumber
A. Ridwan Halid, Pengantar Ilmu Hukum Dalam Tanya Jawab      

1 comment: